Temuan Baru Atasi Demam Berdarah ( Bagus ! )


Informasi terbaru Temuan Baru Atasi Demam Berdarah ( Bagus ! )

Cornell - Demam berdarah masih menjadi ancaman penduduk dunia. Dan, hingga kini belum ada vaksin untuk melindungi diri dari penyakit yang disebabkan oleh virus yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti ini. Karena itu, untuk mengendalikan penyebaran virus ini hanya dengan membasmi nyamuk.

Baru-baru ini para peneliti dari Cornell's College of Veterinary Medicine, Amerika Serikat, menemukan protein yang bisa menjadi cara baru untuk mengendalikan Aedes aegypti. Temuan ini dimuat di American Journal of Physiology -- Regulatory edisi 4 Maret 2010.

Peneliti telah mengidentifikasi sebuah protein pada urin si nyamuk Aedes aegypti. Ketika menyedot darah manusia, pada saat yang sama si nyamuk mengeluarkan urin yang membantu agar darah yang sedang diisap tidak membeku.

Urin yang dikeluarkan nyamuk itu juga mencegah agar kadar garam di dalam darah yang sedang disedot itu tidak berlebihan. Sebab, jika berlebihan, bisa menyebabkan kematian bagi Aedes aegypti. Protein pada urin tersebut, menurut penelitian yang dilakukan Piermarini, Beyenbach, dan kawan-kawan, berperan untuk memperlancar keluarnya urin nyamuk.

Hasil penelitian ini bisa diarahkan untuk mengembangkan insektisida baru yang bisa mengacaukan sistem ginjal nyamuk, yang berkontribusi memperpendek usia nyamuk setelah mengisap darah.
Tinggalkan komentar anda tentang Temuan Baru Atasi Demam Berdarah ( Bagus ! )

Jangan Pernah Pencet Jerawatmu !


Informasi terbaru Jangan Pernah Pencet Jerawatmu !

Para remaja disarankan agar tidak memencet jerawat karena akan menyebabkan infeksi. Demikian disampaikan dokter kulit Laboratorium Pramita, dr Andrew Halim di Medan. Dia menganjurkan agar para remaja menjaga kebersihan kulitnya meskipun padat dengan aktivitas.

Jerawat muncul karena produksi minyak yang berlebihan. Sehingga antara produksi minyak dengan pengeluaran minyak dari kulit tidak seimbang. Akibatnya terjadi penyumbatan dan penumpukan, disertai dengan infeksi kulit.

Namun jika tidak disertai dengan infeksi, biasa kita sebut dengan komedo. Sedangkan jika terjadi infeksi itu lah jerawat. Jerawat yang dipencet akan menyebabkan peradangan, kata dokter Andrew.

Jerawat sering muncul pada masa pubertas, yaitu usia 14-19 tahun. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 85% populasi mengalami jerawat di usia 12-25 tahun, 15% populasi di usia 25 tahun. Parahnya, jika tidak teratasi dengan baik, seseorang dapat terkena jerawat hingga usia 40 tahun.

Untuk terhindar dari jerawat, Anda dapat melakukan beberapa tips berikut:

- Kurangi minyak berlebih dengan krim atau gel jerawat. Pilih produk yang mengandung benzoil peroksida atau asam salisilat sebagai bahan aktifnya.
- Cuci daerah yang berpotensi berjerawat dua kali sehari. Anda dapat menggunakan pembersih yang lembut dan bebas minyak.
- Jangan menggunakan make-up terlalu berat. Kosmetik tabur mengindarkan kulti dari iritasi.
- Sebelum tidur bersihkan make up.
Tinggalkan komentar anda tentang Jangan Pernah Pencet Jerawatmu !

Sinusitis dan Cara Mengobatinya !


Informasi terbaru Sinusitis dan Cara Mengobatinya !

Apakah sinusitis itu?

Sinusitis adalah peradangan yang terjadi pada rongga sinus. Sinusitis banyak ditemukan pada penderita hay fever yang mana pada penderita ini terjadi pilek menahun akibat dari alergi terhadap debu dan sari bunga. Sinusitis juga dapat disebabkan oleh bahan bahan iritan seperti bahan kimia yang terdapat pada semprotan hidung serta bahan bahan kimia lainnya yang masuk melalui hidung. Jangan dilupakan kalau sinusitis juga bisa disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Tulisan kali ini lebih menitikberatkan pembahasan pada sinusitis yang disebabkan oleh infeksi.

Apakah sinus itu?
Sinus atau sering pula disebut dengan sinus paranasalis adalah rongga udara yang terdapat pada bagian padat dari tulang tenggkorak di sekitar wajah, yang berfungsi untuk memperingan tulang tenggkorak. Rongga ini berjumlah empat pasang kiri dan kanan. Sinus frontalis terletak di bagian dahi, sedangkan sinus maksilaris terletak di belakang pipi. Sementara itu, sinus sphenoid dan sinus ethmoid terletak agak lebih dalam di belakang rongga mata dan di belakang sinus maksilaris. Dinding sinus terutama dibentuk oleh sel sel penghasil cairan mukus. Udara masuk ke dalam sinus melalui sebuah lubang kecil yang menghubungkan antara rongga sinus dengan rongga hidung yang disebut dengan ostia. Jika oleh karena suatu sebab lubang ini buntu maka udara tidak akan bisa keluar masuk dan cairan mukus yang diproduksi di dalam sinus tidak akan bisa dikeluarkan.

Apa yang menyebabkan sinusitis?
Sinusitis dapat terjadi bila terdapat gangguan pengaliran udara dari dan ke rongga sinus serta adanya gangguan pengeluaran cairan mukus. Adanya demam, flu, alergi dan bahan bahan iritan dapat menyebabkan terjadinya pembengkakan pada ostia sehingga lubang drainase ini menjadi buntu dan mengganggu aliran udara sinus serta pengeluaran cairan mukus. Penyebab lain dari buntunya ostia adalah tumor dan trauma. Drainase cairan mukus keluar dari rongga sinus juga bisa terhambat oleh pengentalan cairan mukus itu sendiri. Pengentalan ini terjadi akibat pemberiaan obat antihistamin, penyakit fibro kistik dan lain lain. Sel penghasil mukus memiliki rambut halus (silia) yang selalu bergerak untuk mendorong cairan mukus keluar dari rongga sinus. Asap rokok merupakan biang kerok dari rusaknya rambut halus ini sehingga pengeluaran cairan mukus menjadi terganggu. Cairan mukus yang terakumulasi di rongga sinus dalam jangka waktu yang lama merupakan tempat yang nyaman bagi hidupnya bakteri, virus dan jamur.

Apa saja tipe sinusitis?
Sinusitis dapat dibagi menjadi dua tipe besar yaitu berdasarkan lamanya penyakit (akut, subakut, khronis) dan berdasarkan jenis peradangan yang terjadi (infeksi dan non infeksi). Disebut sinusitis akut bila lamanya penyakit kurang dari 30 hari. Sinusitis subakut bila lamanya penyakit antara 1 bulan sampai 3 bulan, sedangkan sinusitis khronis bila penyakit diderita lebih dari 3 bulan. Sinusitis infeksi biasanya disebabkan oleh virus walau pada beberapa kasus ada pula yang disebabkan oleh bakteri. Sedangkan sinusitis non infeksi sebagian besar disebabkan oleh karena alergi dan iritasi bahan bahan kimia. Sinusitis subakut dan khronis sering merupakan lanjutan dari sinusitis akut yang tidak mendapatkan pengobatan adekuat.

Apa saja gejala sinusitis?
Gejala sinusitis yang paling umum adalah sakit kepala, nyeri pada daerah wajah, serta demam. Hampir 25% dari pasien sinusitis akan mengalami demam yang berhubungan dengan sinusitis yang diderita. Gejala lainnya berupa wajah pucat, perubahan warna pada ingus, hidung tersumbat, nyeri menelan, dan batuk. Beberapa pasien akan merasakan sakit kepala bertambah hebat bila kepala ditundukkan ke depan. Pada sinusitis karena alergi maka penderita juga akan mengalami gejala lain yang berhubungan dengan alerginya seperti gatal pada mata, dan bersin bersin.

Bagaimana mendiagnosa sinusitis?
Sinusitis sebagian besar sudah dapat didiagnosa hanya berdasarkan pada riwayat keluhan pasien serta pemeriksaan fisik yang dilakukan dokter. Hal ini juga disebabkan karena pemeriksaan menggunakan CT Scan dan MRI yang walaupun memberikan hasil lebih akurat namun biaya yang dikeluarkan cukup mahal. Pada pemeriksaan fisik akan ditemukan adanya kemerahan dan pembengkakan pada rongga hidung, ingus yang mirip nanah, serta pembengkakan disekitar mata dan dahi. Pemeriksaan menggunakan CT Scan dan MRI baru diperlukan bila sinusitis gagal disembuhkan dengan pengobatan awal. Rhinoskopi, sebuah cara untuk melihat langsung ke rongga hidung, diperlukan guna melihat lokasi sumbatan ostia. Terkadang diperlukan penyedotan cairan sinus dengan menggunakan jarum suntik untuk dilakukan pemeriksaan kuman. Pemeriksaan ini berguna untuk menentukan jenis infeksi yang terjadi.

Bagaimana mengobati sinusitis?
Untuk sinusitis yang disebabkan oleh karena virus maka tidak diperlukan pemberian antibiotika. Obat yang biasa diberikan untuk sinusitis virus adalah penghilang rasa nyeri seperti parasetamol dan dekongestan. Curiga telah terjadi sinusitis infeksi oleh bakteri bila terdapat gejala nyeri pada wajah, ingus yang bernanah, dan gejala yang timbul lebih dari seminggu. Sinusitis infeksi bakteri umumnya diobati dengan menggunakan antibiotika. Pemilihan antibiotika berdasarkan jenis bakteri yang paling sering menyerang sinus karena untuk mendapatkan antibiotika yang benar benar pas harus menunggu hasil dari biakan kuman yang memakan waktu lama. Lima jenis bakteri yang paling sering menginfeksi sinus adalah Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, Moraxella catarrhalis, Staphylococcus aureus, dan Streptococcus pyogenes.

Antibiotika yang dipilih harus dapat membunuh kelima jenis kuman ini. Beberapa pilihan antiobiotika antara lain amoxicillin, cefaclor, azithromycin, dan cotrimoxazole. Jika tidak terdapat perbaikan dalam lima hari maka perlu dipertimbangkan untuk memberikan amoxicillin plus asam klavulanat. Pemberian antibiotika dianjurkan minimal 10 sampai 14 hari. Pemberian dekongestan dan mukolitik dapat membantu untuk melancarkan drainase cairan mukus. Pada asus kasus yang khronis, dapat dipertimbangkan melakukan drainase cairan mukus dengan cara pembedahan.

Apa komplikasi dari sinusitis?
Komplikasi yang serius jarang terjadi, namun kemungkinan yang paling gawat adalah penyebaran infeksi ke otak yang dapat membahayakan kehidupan.

Kesimpulan: Sinusitis jika diobati secara dini dengan pengobatan yang tepatakan mampu sembuh dengan baik.
Tinggalkan komentar anda tentang Sinusitis dan Cara Mengobatinya !

Cacing Pita Pemakan Otak Manusia Hidup !


Informasi terbaru Cacing Pita Pemakan Otak Manusia Hidup !

Hati-hati, cacing pita bisa memakan otak manusia hidup. Hilang keseimbangan, pusing-pusing, sulit menelan dan tubuh mati rasa sering didiagnosa sebagai gejala tumor otak. Tapi bisa jadi itu bukan tumor otak melainkan gejala cysticercosis. Penyebabnya adalah cacing pita yang menggerogoti dan memakan otak manusia.

Gejala awal yang dikeluhkan pasien itu memang mirip dengan gejala tumor otak atau penyakit stroke. Bahkan ketika dilakukan scan MRI, pertumbuhan tidak normal di otak terlihat seperti pertumbuhan tumor.

Namun ketika Dr Peter Nakaji, ahli bedah dari the Barrow Neurological Institute mengoperasi seorang pasiennya dengan kelainan tersebut, ia kaget karena menemukan sesuatu yang aneh pada otak pasiennya.

“Sebagai dokter bedah saya banyak menemukan hal-hal buruk dan aneh, termasuk ketika saya menemukan cacing parasit hidup yang sedang menggerogoti otak pasien. Cacing itu bisa menyebabkan kemunduran otak dengan sangat cepat,” ujar Nakaji seperti dikutip dari Livescience.

Cacing parasit yang masuk ke dalam otak itu adalah cacing Taenia solium yang hidup pada jaringan hewan babi. “Seseorang yang terinfeksi cacing pita ini bukan berarti jorok, tapi mungkin saja berasal dari makanan yang mengandung parasit cacing tersebut,” kata Nakaji.

Kasus cacing parasit pada otak manusia ini semakin meningkat di Amerika. Lebih dari 20 persen ahli saraf di California pernah mendapatkan kasus ini. Cacing parasit yang dikenal dengan cysticercosis ini berasal dari usus babi dan bisa masuk dalam tubuh manusia serta berkembang di organ usus atau otak.

Jika seseorang makan larva cacing yang terdapat dalam daging, maka larva itu akan berujung di usus dan berkembang seperti alien. Seekor cacing bisa menghasilkan 50.000 telur setiap harinya. Tapi jika daging itu tercemar oleh telur dari kotoran babi dan dimasak deengan panas yang tidak sempurna, maka itulah yang memicu tumbuhnya cacing di otak.

“Berbeda dengan larva, telur cacing lebih mungkin untuk melewati aliran darah. Dari sana, telur bisa menjalar ke seluruh bagian tubuh, termasuk otot, permukaan bawah kulit dan otak,” Raymond Kuhn, Professor biologi dan ahli parasit dari Wake Forest University, Winston-Salem, North Caroline.

Menurut Kuhn, cysticercosis adalah masalah besar di beberapa negara Amerika Latin dan Meksiko karena kebiasaan orang di sana yang mengonsumsi daging babi setengah matang. Penyakit ini bisa menular jika orang yang terinfeksi punya kebiasaan buruk seperti jarang mencuci tangan.

“Telur-telur cacing Taenia solium itu bisa bertahan hidup di formaldehid, bahan yang keras dan berbahaya sekalipun. Bayangkan jika ia hidup di jaringan yang tidak berbahaya seperti organ tubuh manusia. Jika dibiarkan terus, ia bisa menghabisi organ-organ penting dalam tubuh manusia,” ujar Kuhn.

Untuk beberapa kasus, operasi pengangkatan cacing dalam tubuh tidak diperlukan karena cukup dengan obat, cacing tersebut bisa mati. Namun jika cacing tersebut sudah memasuki daerah percabangan pada otak, maka tidak ada lagi langkah yang bisa menyelamatkan pasien selain operasi pengangkatan cacing karena jika dibiarkan risiko kematian pun bisa menghampiri.
Tinggalkan komentar anda tentang Cacing Pita Pemakan Otak Manusia Hidup !

Perokok Pasif Alami Kerusakan Pembuluh Nadi !


Informasi terbaru Perokok Pasif Alami Kerusakan Pembuluh Nadi !

Anak-anak yang berusia 13 tahun dan memiliki bukti sebagai perokok pasif, di dalam darahnya juga memiliki pembuluh nadi yang jelas lebih tebal.Beberapa peneliti Finlandia, Selasa (2/3), melaprokan bahwa studi mereka memperlihatkan kerusakan yang disebabkan seseorang menjadi perokok pasif berawal pada masa kanak-kanak, dan mengakibatkan kerusakan cukup besar saat anak memasuki usia remaja.

"Meskipun penelitian terdahulu telah mendapati bahwa perokok pasif mungkin menghadapi bahaya pada pembuluh darah mereka di antara orang dewasa, kami tidak mengetahui sampai studi ini menunjukkan dampak khusus ini juga terjadi di kalangan anak-anak dan remaja," kata Dr Katariina Kallio dari University of Turku di Finlandia, yang memimpin studi tersebut.
Tim Kallio mempelajari 494 anak yang berusia 8-13 tahun yang ikut dalam penelitian yang berlangsung mengenai sakit jantung.

Mereka mengukur tingkat kotinine, produk sampingan nikotin yang ditemukan pada darah setelah seseorang bernafas di antara asap tembakau, demikian laporan kantor berita Inggris, Reuters.

Mereka membagi anak-anak itu ke dalam beberapa kelompok dengan tingkat nikotin tinggi, sedang, dan rendah. Ultrasound digunakan untuk mengukur ketebalan aorta dan pembuluh nadi carotid di tengkuk.

Dinding pembuluh nadi kelihatan lebih tebal dalam pengukuran ultrasound, jika dinding itu rusak oleh proses atherosclerosis.
Atherosclerosis, yang juga dikenal sebagai Arteriosclerotic Vascular Disease, atau ASVD, adalah kondisi saat dinding pembuluh nadi mengeras akibat penimbunan bahan lemak seperti kolesterol.

Anak-anak dengan conitine paling tinggi di dalam darah mereka memiliki dinding pembuluh nadi yang tebal, rata-rata, tujuh persen lebih tebal dibandingkan pada anak dengan tingkat cotinine paling rendah. Sementara batang nadi mereka delapan persen lebih tebal.

Demikian laporan tim Kallio di dalam jurnal Circulation: Cardiovascular Quality and Outcomes.
Para peneliti itu juga melakukan uji coba yang mengukur keluwesan pembuluh nadi di lengan, pengukuran lain kesehatan pembuluh darah, dan risiko sakit jantung.

Mereka mendapati pengukuran itu, yang disebut pembesaran yang diperantarai arus aliran pembuluh darah lengan, 15% lebih rendah pada remaja dengan tingkat cotinine paling tinggi.
Dan pengukuran kolesterol memperlihatkan tingkat yang lebih tinggi di kalangan anak-anak dengan lebih banyak asap di dalam darah mereka.

"Temuan ini menunjukkan bahwa anak-anak sama sekali tak boleh terkena terpaan asap tembakau," kata Kallio. "Sekalipun hanya sedikit terpaan terhadap asap tembakau mungkin berbahaya bagi pembuluh darah."

Pada Oktober, US Intitute of Medicine melaporkan bahwa larangan orang merokok di dalam ruangan menurunkan risiko serangan jantung, bahkan di kalangan orang yang tak merokok dengan mengurangi terpaan yang dihadapi perokok pasif.
US Centers for Disease Control and Prevention dan American Heart Association menyatakan sebanyak 46.000 orang AS wafat akibat sakit jantung setiap tahun karena mereka menjadi perokok pasif.

World Lung Foundation dan American Cancer Society bersama-sama menyatakan penggunaan tembakau akan menewaskan enam juta orang tahun depan akibat kanker, sakit jantung, pembengkakan paru-paru karena pembuluh darah kemasukan udara dan penyakit lain, dan menimbulkan kerugian medis langsung secara global sebesar US$500 miliar/tahun.
Tinggalkan komentar anda tentang Perokok Pasif Alami Kerusakan Pembuluh Nadi !

Alat Baru Prediksi Risiko Alzheimer !


Informasi terbaru Alat Baru Prediksi Risiko Alzheimer !

Ilmuwan Amerika Serikat telah mengantongi satu daftar yang secara tepat memprediksi apakah seseorang dengan usia lebih dari 65 tahun memiliki risiko tinggi menderita penyakit Alzheimer dalam waktu enam tahun ke depan.

Daftar faktor risiko seperti lambatnya gerakan atau cara berpikir seseorang dapat memprediksi kira-kira setengah dari kasus dementia yang diderita oleh kelompok usia lanjut dalam waktu enam tahun ke depan, dilaporkan dalam jurnal Neurology.

Diperkirakan secara global, 26 juta orang menderita penyakit Alzheimer, bentuk paling umum dari dementia. Penyakit ini dimulai dengan kehilangan memori dan kebingungan ringan kemudian meningkat menjadi kehilangan memori sama sekali dan ketidakmampuan untuk mengurus diri sendiri.

Peneliti Deborah Barnes dari University of California, San Francisco, mengatakan memiliki perangkat yang dapat memprediksi risiko mengidap Alzheimer, membantu dokter mengawasi pasiennya dan membantu perusahaan mengembangkan obat yang dapat menangani stadium awal penyakit yang merenggut memori ini, penyakit yang tidak dapat disembuhkan dan hanya sedikit penanganan yang efektif.

"Indeks risiko ini sangat penting bagi penelitian dan mereka yang berisiko menderita dementia serta keluarga mereka," kata Barnes dalam laporan penelitiannya.

Perangkat tersebut berisi 15 skala angka dari beberapa faktor risiko terkenal untuk penderita Alzheimerâ€"usia lanjut, hasil pengujian rendah pada kemampuan berpikir, dan memiliki gen ApoE4, yang mempertinggi risiko menderita Alzheimer karena faktor genetis.

Juga termasuk faktor risiko yang kurang dikenal seperti, berat badan kurang, memiliki sejarah operasi bypass jantung, tidak meminum alkohol, atau mengalami kelambatan untuk melakukan tugas-tugas fisik seperti mengancingkan kemeja.

Orang-orang dengan nilai 8 atau lebih, dipertimbangkan pada risiko tinggi menderita dementia dalam waktu enam tahun.

Untuk mengembangkan indeks faktor risiko tersebut, tim mempelajari 3.375 orang dengan usia rata-rata 76 tahun dan tidak ada bukti dementia. Selama enam tahun, 480 orang menderita dementia.

Para ilmuwan lantas menimbang faktor apa saja yang paling tepat untuk memprediksi siapa yang akan menderita dementia.

Ketika mereka mengevaluasi kelompok yang sama menggunakan daftar indeks risiko tersebut, mereka menemukan 56 persen dari mereka yang mendapatkan nilai tinggi mengidap dementia dalam waktu enam tahun. Nilai tersebut diperbandingkan dengan 23 persen untuk nilai cukup dan hanya empat persen untuk nilai rendah.

Secara keseluruhan, indeks faktor risiko dapat mengklasifikasi 88 persen partisipan secara tepat. Barnes mengatakan indeks risiko perlu dikonfirmasi melalui studi lain. Timnya juga mengamati apakah versi yang lebih sederhana dapat lebih akurat.
Tinggalkan komentar anda tentang Alat Baru Prediksi Risiko Alzheimer !

Otak Manusia Berisi 12,5 Triliun Huruf !


Informasi terbaru Otak Manusia Berisi 12,5 Triliun Huruf !

Tahukah Anda bahwa otak yang dimiliki oleh seorang manusia itu sesungguhnya lebih rumit dari jaringan telepon di dunia?

Setidaknya itulah hasil riset terakhir yang dilakukan oleh sekelompok dokter ahli saraf internasional.


Menurut penelitian, di dalam otak manusia mengandung 10 miliar sel saraf dengan kondisi lebih rapat daripada jaringan lain. Sel-sel saraf ini mampu merekam 88 juta bit informasi (setara dengan 12,5 juta triliun huruf).

Jika huruf-huruf ini dipindahkan ke kertas ukuran folio dengan spasi ganda maka dibutuhkan setidaknya 33 miliar helai kertas.

Selain itu, pada otak manusia juga terjadi ratusan ribu kali reaksi kimia dimana tiap reaksi punya tugas dan fungsi berlainan dengan aktivitas tubuh.


Dalam tulisan asli artikel singkat yang dibuat oleh dr. Audrey Luize yang dimuat buletin Intisari, selain otak, ternyata ada beberapa fakta mencengangkan yang jarang diketahui sebelumnya berkaitan dengan tubuh manusia. Salah satunya adalah tenggorokkan.

Tenggorokkan adalah organ yang paling sibuk. Lewat saluran ini puluhan ton makanan dan minuman masuk ke tubuh manusia normal. Juga jutaan kubik oksigen.

Jadi bersyukurlah kepada Tuhan menciptakan manusia begitu rumit dan luar biasa. Tidak ada satu pun makhluk ciptaan Tuhan yang diberikan keistimewaaan seperti manusia

Sumber: Rileks
Tinggalkan komentar anda tentang Otak Manusia Berisi 12,5 Triliun Huruf !