1:01 AM
Informasi terbaru Ketahui Ciri-ciri Kanker Payudara ! 
Kanker payudara yang terdeteksi lebih dini kemungkinan untuk sembuhnya akan semakin besar. Pemeriksaan yang dilakukan tidak mahal dan tidak sulit, karena itu kenali ciri-ciri kanker payudara.
Saat ini kanker payudara masih menempati urutan kedua terbanyak yang diderita oleh kaum perempuan setelah kanker serviks (leher rahim).
Karena itu penting bagi perempuan untuk bisa mengenali lebih dini ciri-ciri dari kanker payudara, sehingga jika ditemukan dalam stadium awal kesempatan untuk sembuhnya masih tinggi.
âKunci utama yang harus diwaspadai adalah jika seseorang menemukan benjolan yang permanen dan tidak menimbulkan rasa sakit (painless). Karena biasanya tumor yang ganas tidak menimbulkan rasa sakit,â ujar Dr dr Andhika Rachman, SpPD.
Dr Andhika menuturkan salah satu cara untuk mendeteksi awal kanker payudara adalah dengan melakukan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) yang dilakukan seminggu setelah menstruasi.
Waktu seminggu setelah menstruasi sangat tepat karena pada saat itu hormon estrogen dan progesteron berada pada kadar yang rendah. Hormon estrogen dan progesteron mengontrol dan mempengaruhi besar atau kecilnya payudara.
Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) adalah melakukan beberapa hal berikut:
1. Perhatikan payudara dengan posisi kedua tangan di atas kepala kemudian kedua tangan di pinggang.
2. Angkat tangan kiri ke atas kepala.
3. Gunakan permukaan jari yang rata untuk meraba atau menekan payudara serta pastikan untuk menyentuh seluruh bagian payudara. Pola yang digunakan bisa dengan gerakan arah memutar, gerakan arah naik dan turun atau arah keluar dan masuk area putting. Usahakan menggunakan gerakan yang sama setiap bulannya.
4. Menekan setiap putting dengan lembut dan memperhatikan apakah ada cairan yang keluar.
5. Memeriksa daerah antara payudara dan ketiak serta payudara dan tulang dada sambil berbaring.
6. Mengulangi semua langkah tersebut untuk payudara yang sebelah kanan.
âSADARI ini merupakan deteksi yang tidak perlu mengeluarkan biaya dan sekitar 80 persen kanker payudara diketahui melalui SADARI,â imbuh dokter yang berpraktek di RSCM dan RS Kramat 128 Jakarta itu.
Dokter Andhika yang tergabung dalam Perhimpunan Onkologi Indonesia ini menuturkan setiap perempuan harus mampu mengenali payudaranya sendiri dengan menggunakan tangan kanan, karena biasanya tangan kanan lebih terlatih.
Hal ini bisa dilakukan seseorang dengan cara berdiri di depan kaca pada posisi agak membungkuk (seperti rukuâ saat sedang shalat). Lalu dalam posisi menggantung, kondisi yang normal adalah payudara sebelah kanan harus lebih tinggi dibandingkan dengan payudara sebelah kiri.
Selain itu untuk memeriksa ada atau tidaknya benjolan disekitar payudara, bisa dilakukan dengan cara meraba payudara secara memutar pada posisi berlawanan arah jarum jam mulai dari puting hingga ke arah luar.
Dr Andhika menambahkan jika seseorang memiliki gangguan pada payudaranya, maka akan muncul tanda-tanda sebagai berikut:
1. Jika payudara dipencet, maka akan keluar cairan putih seperti susu yang tidak berbau tapi tidak ada rasa nyeri yang timbul.
2. Kulit payudara tampak seperti kulit jeruk, yaitu mengerut dengan pori-pori kulit yang agak menonjol.
3. Terdapat benjolan yang selalu ditemukan saat memeriksa di daerah sekitar payudara atau di bawah ketiak.
âJika ditemukan adanya gangguan atau masalah pada payudara, maka sebaiknya segera periksakan ke dokter. Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut berupa USG payudara, jika hasilnya masih meragukan maka akan dilanjutkan dengan mamografi untuk mengetahui apakah tumor jinak atau ganas,â ungkapnya.
Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan pada usia muda 20-30 tahun. Tapi bagi perempuan yang sudah menikah, mengonsumsi kontrasepsi hormonal, pakai silikon atau operasi plastik pada payudaranya, sebaiknya memberikan perhatian lebih untuk pemeriksaan tersebut.
Tinggalkan komentar anda tentang
Ketahui Ciri-ciri Kanker Payudara !
9:01 PM
Informasi terbaru Bahaya Dibalik Hand Dryer ( Penting ! ) 
Pada masing-masing telapak tangan setiap orang terdapat sekitar 500.000 bakteri, menurut dr. Wan Alkadri, Mantan Direktur Penyehatan Lingkungan, Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Makanya, kalau mau sehat, dianjurkan untuk sering-seringlah mencuci tangan untuk menyingkirkan gerombolan bakteri tersebut.
Tapi, apakah Readers sering mengeringkan dengan mesin hand-dryer sehabis mencuci tangan? Saatnya Readers menghentikan kebiasaan ini.
Menurut sejumlah peneliti, mengeringkan tangan dengan menggunakan hand-dryer justru bisa mengundang kuman penyakit. Pasalnya, alat tersebut justru menyediakan lingkungan hangat yang disukai bakteri untuk berkembang biak.
Ketika diaktifkan, alat pengering tangan bisa menyebarkan kuman ke seluruh telapak tangan, sehingga malah membuatnya lebih kotor dibanding sebelum dicuci. Jadi, untuk mengeringkan tangan, sebaiknya Towers menggunakan tisu.
Tinggalkan komentar anda tentang
Bahaya Dibalik Hand Dryer ( Penting ! )
4:47 PM
Informasi terbaru Jangan Pernah Olesi Odol Diatas Luka Bakar ! 
Tahukah anda, kalau odol tidak baik diberikan pada kasus-kasus luka bakar,sekecil apa pun itu. Kulit yang terkena luka bakar biasanya terasa panas dan seperti orang melepuh sehingga menimbulkan rasa tak nyaman di badan. Dan tidak sedikit masyarakan awam mengobatinya dengan hanya mengolesi odol.
"Saat tubuh terkena luka bakar, maka dengan sendirinya tubuh akan mengeluarkan cairan untuk mengobatinya," ujar Elsya Ovihardini, Asisten Trainer Medic One dalam acara Live Saver CPR Competency di Wisma GKBI, Jakarta.
Elsya menambahkan saat terjadi luka bakar maka jaringan kulit akan rusak, pengobatan yang paling baik adalah cukup dialirkan dengan air saja.
"Jika diolesi dengan odol atau margarin maka bisa menutupi kulit dan menghambat cairan yang akan keluar dari dalam tubuh dan juga bisa menghambat petugas medis untuk mengobati," tambahnya.
Nah..uda paham belum ? jadi kalo anda terkena jipratan minyak saat menggoreng cukup anda bersihkan pada air yang mengalir. jangan dioles yang macem-macem. Tapi kalau luka bakarnya cukup besar karena tertumpah air panas, segera larikan cepat ke RS, agar tidak terjadi infeksi yang lebih lanjut.
Tinggalkan komentar anda tentang
Jangan Pernah Olesi Odol Diatas Luka Bakar !
1:18 PM
Informasi terbaru Pendarahan Pada Kehamilan Trimester Pertama ! 
Pendarahan adalah salah satu kejadian yang menakutkan selama kehamilan---Apakah normal mengalami pendarahan pada trimester pertama kehamilan?
Pendarahan adalah salah satu kejadian yang menakutkan selama kehamilan. Pendarahan ini dapat bervariasi mulai dari jumlah yang sangat kecil (bintik-bintik), sampai pendarahan hebat dengan gumpalan dan kram perut .
Apakah normal mengalami pendarahan pada trimester pertama kehamilan?
Pendarahan pada awal kehamilan tidak selalu Normal, tapi hal ini sering terjadi hampir pada 30% kehamilan. Dan separuh dari wanita yang mengalami pendarahan pada awal kehamilan dapat tetap meneruskan kehamilannya dan melahirkan bayi yang sehat.
Pendarahan dalam jumlah yang sangat sedikit / bintik-bintik pada awal kehamilan bisa merupakan hal yang normal yang disebut sebagai pendarahan karena implantasi embrio pada dinding rahim yang menyebabkan dinding rahim melepaskan sejumlah kecil darah biasanya terjadi sekitar kehamilan minggu ke 7-9 dan hanya terjadi satu atau dua hari saja.
Banyak wanita juga mendapatkan bintik/bercak pendarahan setelah hubungan seksual, atau mengangkat barang yang berat, atau karena aktivitas yang berlebihan hal ini karena servik mengandung lebih banyak pembuluh darah dan pelebaran pembuluh darah selama kehamilan ini. Untuk hal ini batasilah aktivitas anda sampai bercak pendarahan hilang.
Tetapi pendarahan atau bercak pendarahan selama trimester pertama kehamilan ini, dapat juga merupakan tanda ancaman keguguran. Ada dua hal medis yang harus dipertimbangkan ketika terjadi perdarahan pada trimester pertama kehamilan yaitu Keguguran atau Kehamilan Ektopik. Anda kemungkinan mengalami Keguguran jika perdarahan menjadi hebat ( lebih dari 1 gelas), biasanya sering disertai dengan kram perut. Kadang juga disertai keluarnya bekuan darah atau jaringan fetus. Sedangkan gejala untuk kehamilan ektopik adalah pendarahan vagina disertai rasa sakit perut bagian bawah pada satu sisi.
Walaupun, bercak pendarahan (spotting) pada trimester pertama kehamilan adalah hal yang tidak terlalu aneh (sering terjadi pada 30% kehamilan) tapi anda sebaiknya memberitahukan dokter anda tentang hal ini sehingga dokter dapat memonitor dan mengantisipasi komplikasi kehamilan lainnya .
Dan hubungi dokter anda SEGERA jika terjadi pendarahan banyak, kram yang hebat, sakit perut bagian bawah yang terus menerus atau timbul demam/panas tubuh. Semua ini dapat menjadi tanda terjadinya ancaman keguguran atau komplikasi lain seperti kehamilan ektopik.
Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan Doppler untuk mendengarkan detak jantung janin dan atau USG. Untuk memastikan diagnosa.
Jika anda masih kuatir dan bingung dengan pendarahan yang anda alami ini, ungkapkan apa perasaan dan pikiran anda kepada dokter anda.
Karena kehamilan, persalinan dan mendapatkan seorang bayi adalah salah satu peristiwa indah dan luar biasa dalam hidup anda, jadi binalah komunikasi yang baik dengan dokter anda, sehingga anda memiliki kehamilan dan persalinan yang sehat dan menyenangkan.
Tinggalkan komentar anda tentang
Pendarahan Pada Kehamilan Trimester Pertama !
7:58 AM
Informasi terbaru Alasan Mengapa Semprotan Ular Kobra Sangat Mematikan ! 
Terungkap, Sebuah Rahasia Semprotan Ular Kobra Yang Mematikan Ini
Semua ular kobra mematikan, namun yang mengagumkan adalah semprotan racunnya. Kobra bisa menargetkan mata korbannya dari jarak lebih dari 1,5 meter dengan ketepatan lebih 80%.
Ternyata ular bisa memiliki ketepatan yang luar biasa dalam memprediksi di mana target mereka berada, hanya dengan waktu setengah kali yang dibutuhkan bagi mata untuk berkedip.
Untuk menganalisi bagaimana reptil itu memiliki tembakan mematikan, ahli morfologi Bruce Young di University of Massachusetts berdiri di belakang sebuah lapisan plastik dan merekam semprotan racun dari kobra yang meludah Afrika Selatan yang menargetkan matanya.
Anehnya, ular ini menggoyangkan kepala sebelum semprotan tersebut terbang. Herpetologist Guido Westhoff dari University of Bonn Jerman, juga melihat bahwa pergerakan kepala pada kobra tersebut sehingga peneliti dan para koleganya bekerja sama untuk mencari tahu.
Untuk membangkitkan ular meludah, âSaya hanya menaruh kaca mata dan kobra mulai meludah seluruhnya,â kata Young.
Dia juga menggunakan pelindung yang menghubungkan akselerometer untuk melacak pergerakan kepalanya. Di saat yang sama, peneliti lain merekam perubahan kobra dengan 500 gambar setiap detik atau sekitar 20 kali lebih cepat dari kecepatan kamera rata-rata.
Selama 6 minggu, Young âmengejekâ ular tersebut dengan menggoyangkan kepalanya di depan para kobra sehingga menyebabkan 100 kali ludahan.
Saat para peneliti menganalisis pergerakan Young, mereka menemukan sekitar 200 milidetik sebelum kobra ini menyemprotkan ludah.
Pada seperlima detik setelah kepala bergerak, sama seperti separuh waktu yang dibutuhkan untuk mengedipkan mata, ular ini memprediksi di mana arah korban tersebut, kata para peneliti.
Selama meludah yang kedua, ular juga menggerakkan kepala dengan cara yang sama dari pergerakan mata si target, sebagai pedoman akurasi untuk menargetkan mata.
Ular ini juga sedikit memindahkan kepalanya saat penyemprot racun tersebut menyebar dan memberikan jarak untuk menargetkan mata si target.
âYang mereka butuhkan hanya satu kesempatan dari racun tersebut untuk mengenai kornea, satu tetesan kecil,â kata Young.
âSaya telah melihat apa yang terjadi saat racun mematikan mengenai kornea. Pada dasarnya ini langsung melumpuhkan.â
Kemampuan untuk mencegat target bergerak dengan akurasi seperti ini menunjukkan tingkat kecerdasan yang tidak dimiliki ular atau reptil lain sebelumnya, catat para peneliti.
Tinggalkan komentar anda tentang
Alasan Mengapa Semprotan Ular Kobra Sangat Mematikan !
4:18 AM
Informasi terbaru Bagian Otak Yang Bikin Orang Takut Kehilangan Uang ! 
Takut kehilangan uang mungkin suatu hal yang lumrah pada manusia. Sebuah studi para ahli dari California, Amerika Serikat, belum lama ini berhasil menemukan bagian otak yang memicu ketakutan akan kehilangan uang.
Dalam laporan riset yang dipublikasikan jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences , para ahli mengidentifikasi daerah otak yang disebut amygdala bertanggung jawab atas perilaku seseorang saat mempertaruhkan sesuatu.
Ketika amygdala ini tidak berfungsi sebagaimana mestinya, seseorang cenderung berani mengambil risiko sangat besar.
Amygdala merupakan bagian otak yang terdiri dari dua jaringan sebesar kacang almond. Bagian ini dikaitkan dengan perasaan dan persepsi ketakutan dan kemampuan untuk berempati.
Temuan ini, kata peneliti, menawarkan pemahaman mengenai perilaku ekonomi dan menunjukkan bahwa manusia berkembang untuk bersikap hati-hati mengenai prospek kehilangan makanan atau harta lain yang berharga.
Penulis riset ini, Benedetto De Martino dari California Institute of Technology di Pasadena dan University College of London menyatakan penelitian ini dapat menjelaskan mengapa orang akan menolak bertaruh walaupun ada peluang menghasilkan kemenangan.
âBukti laboratorium dan kenyataan menunjukkan, orang sering menghindari risiko kehilangan bahkan ketika mereka mungkin memperoleh hasil yang lebih besar, pilihan perilaku yang disebut âkeengganan terhadap kerugianâ,â kata peneliti.
âBayangkan Anda sedang dalam acara Who Wants to Be a Millionaire. Anda baru saja menjawab pertanyaan senilai 500,000 dollar dengan benar dan dihadapkan pada pertanyaan terakhir.
Anda memiliki peluang 50:50 namun tak tahu jawabannya.. Jika Anda benar, akan menang 1 juta dollar; jika salah kembali ke nilai uang 32.000. Mayoritas orang akan mengambil opsi menyerah dan pulang ke rumah dengan uang senilai 500.000, ungkapnya.
Benedetto De Martino mengamati dua perempuan yang mengidap kelainan genetika langka yang disebut penyakit âUrbach-Wietheâ. Para peneliti itu membandingkan reaksi kedua perempuan tersebut dengan 12 orang yang otaknya normal.
Menurut Benedetto, studi seperti itu biasanya hanya melibatkan sedikit orang karena tak mungkin atau tidak etis untuk secara sengaja merusak otak seseorang untuk melihat apa yang terjadi.
Dalam studi itu, para relawan diminta ikut taruhan, kondisi mereka mungkin menang 20 dolar atau kalah 5 dolar â" risiko yang tentu diambil oleh kebanyakan orangâ" atau akan menang atau kalah 20 dolar, kondisi yang akan ditolak oleh kebanyakan orang. Kedua pasien dengan kerusakan amygdala itu malah tanpa rasa khawatir memasang taruhan sebesar 50 dolar AS.
âKami kira ini memperlihatkan bahwa amygdala sangat penting dalam memicu rasa hati-hati ke arah penetapan taruhan saat orang mungkin kalah,â kata Colin Camerera dari University College London yang juga terlibat dalam riset.
âAmygdala yang berfungsi penuh tampaknya membuat kita lebih berhati-hati. Kita sudah mengetahui bahwa amiglada terlibat di dalam proses kekhawatiran, dan itu tampaknya juga membuat kita âtakutâ menghadapi risiko kehilangan uang,â ungkap anggota peneliti lainnya, Ralph Adolphs.
Tinggalkan komentar anda tentang
Bagian Otak Yang Bikin Orang Takut Kehilangan Uang !
1:15 AM
Informasi terbaru Hamil Setelah Usia 35 Tingkatkan Risiko Komplikasi ! 
JIKA Anda sedang menunda rencana memiliki anak dengan alasan mengembangkan karir, ada baiknya mempertimbangkan kembali keputusan tersebut. Pasalnya, para dokter telah mengingatkan, perempuan sebaiknya memiliki anak saat berusia antara 20 dan 35, untuk menghindari kemungkinan kehilangan kesempatan mempunyai keturunan.
Hamil pada rentang usia ini, menurut para dokter tersebut, akan menurunkan risiko ketidaksuburan pada mereka yang menunda untuk berkeluarga, mengurangi risiko yang akan dihadapi oleh ibu melahirkan di usia tua serta risiko yang mungkin dihadapi bayi mereka.
Bukti baru dari Royal College of Obstetricians and Gynaecologists menyatakan, akan semakin sulit bagi perempuan di atas 35 tahun untuk hamil. Mereka yang hamilpun, berdasarkan bukti tersebut, memiliki risiko lebih tinggi mengalami keguguran. Bukti tersebut juga menyebutkan kalau "usia optimum" untuk mengandung adalah antara 20 dan 35 tahun.
Anjuran terbaru ini, muncul di tengah-tengah semakin banyaknya masalah medis berkaitan dengan kehamilan perempuan di usia 30-an. Dan, menurut pakar obstetri dan pakar kesuburan, tindakan menunda kehamilan hingga berusia 30-an sama artinya dengan "menantang alam."
Menurut para pakar ini, penanganan masalah kesuburan (fertility treatment) mempunayi angka keberhasilan sebesar 35% pada perempuan yang berusia hingga 30-an. Tapi, angka keberhasilan penanganan ini turun menjadi hanya 5% saja pada perempuan yang berusia 42 ke atas.
Meskipun sebagian besar kehamilan di Inggris menghasilkan bayi sehat, terang para pakar tersebut, tetap saja ibu yang melahirkan di usia yang lebih tua harus berhati-hati dengan risiko seperti diabetes dan preeklamsia. Selain itu, menurut mereka, risiko komplikasi yang dihadapi ibu juga semakin tinggi jika melahirkan di usia yang lebih tua. Risiko kehamilan dan melahirkan pada perempuan usia 40-an, 2-5 kali lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang hamil atau melahirkan di usia 20-an.
Mandish Dhanjal, salah seorang konsultan obstetri yang turut mengumpulkan bukti dari Royal College of Obstetricians and Gynaecologists menyatakan, tren melahirkan di usia yang lebih tua semakin meningkat."Jika kita melihat pada ibu yang berusia 35 tahun ke ats, pada pertengahan tahun 1980-an, hanya 8% ibu yang hamil di atas usia 40, sedangkan sekarang jumlahnya meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 19%," ujar Dhanjal, seperti dikutip situs dailymail. Para selebriti perempuan yang menunda memiliki anak, menurut dia, turut mempengaruhi persepsi perempuan untuk menikah di usia yang lebih tua.
Menurut Louise Silverton, deputy general secretary dari the Royal College of Midwives, komplikasi kehamilan lebih banyak dialami perempuan yang lebih tua."Angka kesulitan saat melahirkan dan melakukan cesar lebih tinggi pada perempuan ini. Artinya risiko yang dihadapi para ibu dan bayi mereka juga lebih besar."
Meskipun begitu, terang Silverton, kami mendukung keputusan perempuan untuk menentukan kapan mereka hendak hamil. banyak perempuan, lanjut dia, merasa harus menunda kehamilan hingga kondisi karir atau pekerjaan mereka memungkinkan. Tetapi intinya, tegas dia, para perempuan ini sudah mendengar dan tahu mengenai risiko melahirkan di usia yang lebih tua.
Tinggalkan komentar anda tentang
Hamil Setelah Usia 35 Tingkatkan Risiko Komplikasi !